yoldash.net

Review Film: The Plot

Review film: The Plot memang punya visual menawan, tapi nilai lebih itu tidak ditunjang penulisan cerita dan eksekusi yang maksimal.
Review film: The Plot memang punya visual menawan, tapi nilai lebih itu tidak ditunjang penulisan cerita dan eksekusi yang maksimal. (Zip Cinema/NEXT Entertainment World)

Jakarta, Indonesia --

The Plot memang punya visual menawan dan dibintangi aktor elite Korea Selatan. Namun, nilai lebih itu tidak ditunjang penulisan cerita dan eksekusi yang maksimal selama 99 menit film berjalan.

Film hasil adaptasi dari film hit Hong Kong, Accident (2009) ini pada awalnya terlihat menjanjikan dengan sinematografi dan cerita awal yang serupa dengan Accident. Bahkan saya merasa sinematografi dan scoring The Plot lebih unggul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hwang Ki-seok selaku sinematografer berhasil memanfaatkan kemajuan teknologi dalam menciptakan visualisasi yang padu dengan intrik gelap sesuai genre crime thriller film ini.

Kisah The Plot yang berkaitan dengan upaya pemimpin kelompok pembunuh bayaran mencari tahu penyebab kematian adiknya, sempat melambungkan ekspektasi saya akan berbagai adegan menegangkan penuh kejutan.

Namun, awal yang terlihat menjanjikan itu malah melaju dengan tergesa-gesa yang akhirnya menguapkan ekspektasi bahkan ketika saya masih berada di tengah jalan cerita.

Meski begitu, film ini masih terselamatkan dengan masalah dan teka-teki menarik yang setidaknya membuat saya tetap mencoba bertahan hingga akhir. Walau saya juga pada akhirnya tidak puas saat tiba di akhir cerita.

Gang Dong-won dalam film Korea The Plot (2024). (Zip Cinema/NEXT Entertainment World)Review film: The Plot memang punya visual menawan dan dibintangi aktor elite Korea Selatan. Namun, nilai lebih itu tidak ditunjang penulisan cerita dan eksekusi yang maksimal selama 99 menit film berjalan. (Zip Cinema/NEXT Entertainment World)

Saya menyalahkan alur cerita maju-mundur dalam The Plot terkait hilangnya minat saya akan film ini. Alih-alih bisa mendapatkan jawaban atau setidaknya penjelasan, keputusan sutradara dan penulis Lee Yo-sup itu justru bikin saya jengkel lantaran terjadi berkali-kali.

Padahal, film ini kaya dengan teka-teki menarik yang bisa dieksplorasi lebih dalam agar penonton dapat memahami, atau paling tidak meraba, seperti apa persoalan yang berkecamuk di pikiran Young-Il (Gang Dong-won).

Saya menduga Lee Yo-sup sengaja memaksa penonton menebak-nebak plot apa yang sebenarnya terjadi di balik pikiran Young-il.

Hal itu memang seru dilakukan pada saat masih berada di awal film. Semua kemudian berakhir hambar dan mengecewakan karena di akhir, saya tak mendapatkan jawabannya.

Eksekusi naskah yang tanggung itu makin terlihat kala para pemeran pendukung tak memiliki porsi proporsional untuk karakter mereka. Kecurigaan Young-Il seharusnya didukung dengan latar belakang tokoh pendukung, motif, maupun perkembangan karakter sepanjang cerita.

Penggambaran dangkal soal karakter pendukung itu membuat kengerian dan ketegangan yang semula menyeruak, hilang begitu saja. Hal itu yang kemudian membuat kehadiran para pendukung ini terasa sia-sia.

Apalagi ketika keberadaan mereka diserobot oleh Gang Dong-won yang sangat menguasai layar. Padahal, bagi saya, pemeran pendukung memiliki peran penting dalam alur cerita ini, apa lagi saat konflik internal turut mewarnai kisah film tersebut.

Gang Dong-won dalam film Korea The Plot (2024). (Zip Cinema/NEXT Entertainment World)Review The Plot: Di tengah situasi ugal-ugalan itu, The Plot masih menampilkan hal menarik berupa akting Gang Dong-won yang apik. (Zip Cinema/NEXT Entertainment World)

Young-Il yang dikisahkan penuh rasa curiga itu dibuat sangat mudah meninggalkan jejak curiga pada semua karakter. Pada momen itu, saya merasa kecepatan The Plot mulai tidak karuan.

Namun di tengah situasi ugal-ugalan itu, The Plot masih punya nilai menarik berupa akting Gang Dong-won yang apik. Ia mampu menampilkan kecurigaan Yeong-il yang dibalut emosi tenang, tapi tetap menanamkan rasa takut pada penonton.

Meski begitu, screen time Gang Dong-wong itu nyatanya tidak mengerek keseruan film ini. Kedangkalan peran setiap karakter dan eksekusi cerita yang mengecewakan itu menghapus kesan cerita yang kuat pada awal film.

Bahkan, genre crime thriller dengan serangkaian misi dan aksi pembunuhan ini tidak membuat saya bergidik. Rasanya sulit memberikan ungkapan positif selain mengagumi visualisasi dan kehadiran tokoh-tokoh ternama tersebut.

Alih-alih dibuat film layar lebar, eksekusi naskah The Plot mungkin akan lebih baik dalam bentuk serial. Sutradara dan penulis naskah akan lebih leluasa dalam mengeksplorasi cerita tanpa terbebani dengan durasi di layar lebar.

[Gambas:Youtube]



(end)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat