yoldash.net

Tips Mencari Cuan dari Bisnis Rumahan

Pekerja ataupun ibu rumah tangga tetap bisa cuan dari bisnis rumahan. Berikut tips dari perencana keuangan agar bisa mendapatkan cuan tersebut.
Pekerja ataupun ibu rumah tangga tetap bisa cuan dari bisnis rumahan. Berikut tips dari perencana keuangan agar bisa mendapatkan cuan tersebut. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA).

Daftar Isi
  • 1. Tentukan sasaran
  • 2. Siapkan modal
  • 3. Cari Bisnis Tanpa Modal
Jakarta, Indonesia --

Berbisnis adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari gaji sebagai pekerja.

Namun, banyak yang tidak berani mencoba karena khawatir perlu modal yang besar. Padahal, berbisnis bisa dilakukan dengan modal kecil dan bahkan tanpa modal sekalipun.

Artinya, jika ada kemauan, maka mengembangkan uang dari rumah pun bisa dilakukan. Bila ingin mencoba, maka bisa ikuti tips dari para pakar di bidangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Tentukan sasaran

Perencana Keuangan Budi Rahardjo mengatakan bisnis akan berjalan lancar dan terjual kalau tahu pasar yang ingin disasar tanpa memusingkan produknya.

"Cuan itu bisa hadir kalau kita tahu kemana menawarkan bisnis kita, kepada orang yang membutuhkannya sebenarnya. Jadi apapun bisnisnya selama produknya itu bisa laku, maka kita akan cuan. Dan kita akan merugi apabila bisnis yang kita jalankan tadi tidak menciptakan penjualan," ujarnya kepada Indonesia.com.

Menurutnya, yang membedakan adalah sisi keuntungannya saja. Jika barang yang dijual berharga murah, maka perlu menjual barang tersebut dalam volume yang besar.

Sedangkan apabila keuntungan usahanya besar/tebal dan berharga mahal, mungkin yang diperlukan adalah effort menemukan pembeli yang tepat.

"Yang pasti jika keuntungan tipis, maka pastikan bahwa barang tersebut benar-benar dibutuhkan banyak orang secara rutin dan mudah dijual. Di sinilah kita perlu jeli melihat peluang tersebut," jelasnya.

Senada, Perencana Keuangan Andi Nugroho juga mengatakan setiap bisnis akan mendatangkan untung apabila dilakukan dengan tepat dan memiliki target pasar.

"Jadi nggak ada rumus bakunya. Sebagai contoh, sama-sama jual produk makanan yang produknya sama persis saja, tingkat penjualannya antar pedagang bisa berbeda," kata Andi.

2. Siapkan modal

Menurut Budi, modal yang diperlukan untuk memulai usaha sangat bervariasi tergantung usaha yang diinginkan. Misalnya, jika berbisnis pakaian sehari-hari, mungkin bisa lebih murah sehingga modal yang dibutuhkan tidak besar.

"Namun, jika pakaian branded, maka modal yang diperlukan bisa sangat besar," katanya.

Begitu juga dengan bisnis makanan, tergantung jenis makanan yang dijual. Ia menilai tidak ada patokan bisnis yang spesifik yang bisa lebih mendatangkan keuntungan, tergantung pada kemampuan pribadi masing-masing.

"Jadi dalam berbisnis yang paling cuan menurut saya itu kembali lagi kepada orang tersebut. Apakah dia sanggup menjualnya? Misalnya yang paling cuan adalah properti, tapi ternyata saat dijalani orang tersebut sulit untuk mendapatkan pembeli properti, maka belum tentu bisnis yang cuan besar dapat ia jalani," jelasnya.

Sementara, Andi mengatakan untuk bisnis pakaian, modal Rp2 juta sangat memungkinkan untuk dimulai.

"Bila kita memposisikan sebagai produsen/ pedagang, maka estimasi modal minimal yang dibutuhkan untuk pakaian (bukan berupa toko) Rp2 juta itu untuk stok 10 pcs (@Rp200 ribu)," kata Andi.

Sedangkan modal untuk makanan bisa Rp300 ribu. Misalnya membeli keripik yang dibuat orang lain seharga Rp15 ribu per bungkus sebanyak 20 bungkus dan dijual kembali bisa dalam kemasan asli atau dikemas kembali lebih kecil.

"Tapi kalau kita berperan sebagai produsen, maka modal yang dibutuhkan bisa lebih besar lagi karena butuh alat-alat produksi," kata Andi.

[Gambas:Video CNN]

3. Cari Bisnis Tanpa Modal

Budi mengatakan bisa juga mencari bisnis tanpa modal untuk dikerjakan dari rumah, misalnya menjadi dropshipper atau reseller. Karena memasarkan barang orang lain, jadi tidak perlu modal.

"Saat ini ada peluang juga menjadi dropshipper dan reseller dari suatu produk yang dijual di suatu e-commerce, artinya dengan menjadi dropshipper dan reseller tidak perlu modal besar untuk membeli barang persediaan. Cukup bekerja sama dengan toko-toko yang bisa kita bantu penjualannya," kata Budi.

Kemudian ada pula affiliator yang biasanya hanya perlu membuat konten-konten promosi produk dengan imbalan komisi. Affiliator ini tidak perlu memiliki produk, gudang dan karyawan.

Cukup dengan membuat konten-konten dari barang sampel yang bisa saja dibeli terlebih dahulu untuk kemudian dia kaitkan dengan link toko pembelian. Sehingga setiap barang yang dibeli melalui link tersebut, bisa mendapatkan komisi.

"Namun, tentunya berarti keuntungan juga sangat kecil sehingga volume penjualan juga seharusnya sangat besar untuk mendapatkan keuntungan," terangnya.

(pta/agt)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat