yoldash.net

Tank Israel Tembak Pasukan Sendiri, 5 Tentara Tewas dan 7 Terluka

Tentara di tank Israel menembak pasukan sendiri di Gaza utara, Jabalia, pada Rabu (15/5). Insiden ini menyebabkan lima orang tewas.
Ilustrasi. Tank Israel tembak tentara sendiri. (REUTERS/ISRAEL DEFENSE FORCES)

Jakarta, Indonesia --

Tentara di tank Israel menembak pasukan sendiri di Gaza utara, Jabalia, pada Rabu (15/5). Insiden ini menyebabkan lima orang tewas.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebut peristiwa itu sebagai 'friendly fire' atau tembakan persahabatan, demikian dikutip dari Times of Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penyelidikan awal IDF, tank yang beroperasi bersama pasukan terjun payung menembakkan dua peluru ke gedung tempat mereka berkumpul sekitar pukul 19.00 malam.

Sebelum itu, pasukan tank telah tiba di kawasan tersebut pada pagi hari. Beberapa jam kemudian, pasukan terjun payung mencapai kawasan gedung di Jabalia dan mendirikan pos.

Sore harinya, sekelompok pasukan terjun payung lain menuju area itu dan memberi tahu dua tank di sana bahwa mereka memasuki gedung.

Pasukan tank kemudian mengidentifikasi laras senapan dari salah satu jendela gedung dan yakin itu adalah pasukan musuh, sehingga mereka menembakkan dua peluru.

Tembakan itu menyebabkan lima tentara Israel tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka, seperti dilaporkan dari the Times of Israel.

Mereka yang tewas yakni Roy Beit Yaakov, Gilad Arye Boim, Daniel Chemu, Ilan Cohen, dan Betzalel David Shashuah.

Semua personel bertugas di Batalyon 202 Brigade Pasukan Terjun Payung, dan merupakan bagian dari kompi ultra-Ortodoks.

Kematian mereka menambah jumlah korban tentara Israel yang tewas di Gaza menjadi 278 orang.

Tembakan tank Israel ke tentara sendiri terjadi di tengah agresi pasukan Zionis di Gaza.

Selama agresi, pasukan Israel menggempur habis-habisan warga dan objek sipil seperti fasilitas medis, kamp pengungsian, hingga tempat ibadah.

Agresi Israel menyebabkan lebih dari 35.000 orang di Palestina meninggal, mayoritas anak dan perempuan.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat