yoldash.net

Koplo, Tarling, dan Cerita Tiga Hajatan dalam Satu Gang Indramayu - Halaman 3

Bagaimana tarling di Indramayu memiliki penampilan yang serupa dengan orkes dangdut koplo?
Para biduan dan orkes kerap mencampurkan dangdut koplo dengan musik tradisional. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)

Mencampurkan dangdut koplo dengan musik tradisional ini juga dilakukan oleh Githa Gusmania dan grup musiknya. Bahkan, ia mengaku lebih menikmati tarling yang di-koplo-kan ketimbang "hanya" sekadar tarling.

"Kalau Githa, sih, lebih suka yang koplo, joget-joget gitu," kata Githa sambil berjoget kecil. "Alunan musiknya bikin kitanya juga lebih terbawa suasana."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Githa lebih memilih musik tarling dicampur koplo karena tarling yang murni cenderung lebih kaku dan biasanya digunakan untuk acara resmi, seperti di panggung drama Indramayu.

Tidak hanya membuat orang-orang joget, tapi Githa juga merasa koplo bisa menunjukkan inklusivitas.

ADVERTISEMENT

"Kalau tarling 'kan lebih resmi gitu ya. Kalau koplo bisa dinikmati buat semuanya," ujar Githa.

Pernyataan Githa itu membuktikan teori Weintraub bahwa dangdut koplo merupakan wadah berekspresi yang lebih bebas karena mampu melakukan pergeseran terhadap batas genre musik lewat permainannya.

Biduan Githa Gusmania beraktifitas dalam studio rekaman di rumahnya Indramayu, Jawa Barat, Desember 2022. Githa Gusmania salah satu biduan tarling/koplo yang sering manggung di wilayah Indramayu dan kota lainnya di pulau Jawa. Indonesia/Safir MakkiGitha Gusmania bukan cuma biduan di atas panggung, ia juga kerap merekam lagu sendiri. (CNN Indonesia/Safir Makki)

"Yang dipertaruhkan dalam dangdut koplo sebagai counter-genre (dangdut) adalah kebebasan untuk mengekspresikan diri, menggerakkan tubuh secara bebas, dan merayakan kesenangan yang datang dengan memperluas batas-batas," tulis Weintraub.

Transmisi mulus tarling yang meleburkan diri dengan dangdut koplo ini juga tergambar lewat penulisan lagu.

Tarling tumbuh di Indramayu yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan hingga menjadi pekerja domestik di luar negeri. Maka, tidak heran jika keseharian para pekerja kerah biru itu diceritakan lewat lagu tarling.

Sehingga, tarling menjadi varian yang menjalankan tanggung jawab dangdut koplo di Dermayon. Sebagai perpanjangan suara rakyat.

"Pengalaman mereka disalurkan di dunia yang populer dalam kemasan lirik. Seperti risiko bekerja, nilai lebih atau kurangnya sebagai pekerja di luar negeri," kata Galih.

"Jadi, kupikir itu baru satu cerita tentang bagaimana tarling bisa tetap dekat dengan masyarakat, terutama dari segi ekonomi. Kita enggak bisa lepas dari itu."

(vws)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2 3

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat