yoldash.net

India Pecah Rekor, Dilanda Panas Ekstrem 24 Hari

India masih terus dilanda suhu panas ekstrem selama 24 hari, rekor terpanjang yang pernah melanda negara tersebut.
Warga berkumpul di kran air umum di Varanasi, 31 Mei. Panas ekstrem saat ini masih berlanjut. (AFP/NIHARIKA KULKARNI)

Jakarta, Indonesia --

Gelombang panas mencapai rekor usai melanda India selama 24 hari berturut-turut. Durasi ini disebut menjadi yang terpanjang di negara tersebut.

Beberapa bagian dari India utara telah disengat oleh gelombang panas sejak pertengahan Mei, dengan suhu yang melonjak lebih dari 45 derajat Celcius. Durasi gelombang panas yang terjadi di wilayah ini disebut yang terpanjang yang pernah melanda India.

"Ini merupakan periode terpanjang karena telah terjadi selama sekitar 24 hari di berbagai bagian negara ini," ujar kepala Departemen Meteorologi India (IMD) Mrutyunjay Mohapatra, dikutip dari Phys.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suhu diperkirakan akan turun ketika hujan monsun tahunan bergerak ke utara bulan ini, namun Mohapatra memperingatkan kondisi yang lebih buruk mungkin akan menyusul.

ADVERTISEMENT

"Gelombang panas akan lebih sering terjadi, tahan lama dan intens, jika tindakan pencegahan atau mitigasi tidak dilakukan," katanya.

Sebagai informasi, India merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia. Namun, negara ini telah berkomitmen untuk mencapai ekonomi nol emisi pada 2070, dua dekade setelah target sebagian besar negara industri Barat.

Untuk saat ini, India masih sangat bergantung pada batu bara untuk pembangkit listrik.

"Aktivitas manusia, peningkatan populasi, industrialisasi dan mekanisme transportasi menyebabkan peningkatan konsentrasi karbon monoksida, metana dan klorokarbon," ujar Mohapatra.

"Kita tidak hanya membahayakan diri kita sendiri, tetapi juga generasi masa depan kita," lanjutnya.

Lebih lanjut, studi ilmiah menunjukkan perubahan iklim menyebabkan gelombang panas menjadi lebih lama, lebih sering, dan lebih intens.

Gelombang panas terbaru telah membuat suhu di New Delhi menyamai rekor tertinggi sebelumnya, yakni 49,2 derajat Celcius yang tercatat pada 2022.

Ketika orang-orang mencari solusi dari suhu yang terik, lonjakan konsumsi listrik terjadi dengan rekor permintaan daya sebesar 8.302 megawatt.

Pada 29 Mei, sebuah stasiun cuaca otomatis di pinggiran kota Delhi, Mungeshpur, mencatat suhu tertinggi 52,9 derajat Celcius. Suhu tersebut tercatat oleh sensor yang rusak.

Di tempat lain di Delhi, 17 stasiun kota lainnya mencatat suhu maksimum 49 derajat Celcius pada hari yang sama.

Menurut Mohapatra, ada masalah terkait sensor di beberapa stasiun yang mungkin disebabkan oleh gangguan hewan.

"Kami membentuk sebuah komite ahli, yang mengamati pembacaan selama dua hari berikutnya dan menemukan adanya masalah dengan sensor," tutur Mohapatra.

[Gambas:Video CNN]

(lom/arh)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat