yoldash.net

Kenapa Lawrence Wong Bisa Langsung jadi PM Singapura Gantikan Lee?

Lawrence Wong resmi dilantik menjadi Perdana Menteri Singapura untuk menggantikan Lee Hsien Loong pada Rabu (15/5).
Lawrence Wong jadi PM Singapura gantikan Lee Hsien Loong. (REUTERS/Edgar Su)

Jakarta, Indonesia --

Lawrence Wong resmi dilantik menjadi Perdana Menteri Singapura untuk menggantikan Lee Hsien Loong pada Rabu (15/5).

Lawrence sebelumnya sudah mengajukan surat pengunduran diri ke Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam pada Senin (13/5), sebagai langkah awal menjadi Perdana Menteri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkiprah di dunia politik Singapura dalam waktu yang cukup lama, Lawrence mengaku terhormat karena dapat melanjutkan 'panggilan' pelayanan publik ke jenjang yang lebih luas, seperti dilansir dari CNA.

Lalu, kenapa Lawrence Wong bisa langsung gantikan Lee sebagai Perdana Menteri Singapura?

ADVERTISEMENT

Melansir dari sebuah jurnal yang dibuat Institut Urusan Internasional Singapura bertajuk 'Governing Singapore: How, Why, and Where are we Heading?,' menjelaskan bahwa sistem pemerintahan Singapura sebelumnya dikuasai penuh oleh kolonial Inggris.

Kolonial Inggris lalu menunjuk Kepala Negara sebagai wakil Ratu di wilayah tersebut. Kepala Negara yang terpilih kemudian berhak menunjuk Perdana Menteri untuk bisa memimpin dan mendapat dukungan mayoritas badan legislatif.

Selain itu, keterlibatan People Action Party (PAP) dalam parlemen Singapura mencuat usai berhasil memenangkan pemilu pada 1959. Sebagai partai pemenang, PAP mengajukan Lee Kuan Yew yang saat itu masih menjabat sebagai Sekjen partai untuk naik menjadi Perdana Menteri.

Oleh sebab itu, lembaga legislatif Singapura yang dikuasai PAP menjadi badan yang paling berkuasa sejak masa kekuasaan Inggris.

Tetapi pengaruh tersebut mulai sirna usai Singapura menerapkan model Westminster sebagai sistem pemerintahan.

Sistem Westminster merupakan suatu model pemerintahan yang berkaca dari cara kerja parlemen Inggris. Sistem tersebut kerap digunakan oleh beberapa negara persemakmuran Inggris Raya, seperti Kanada, Selandia Baru, hingga Singapura.

Sistem itu berperan untuk menghasilkan badan eksekutif yang mengganti badan Parlemen sebagai kekuatan dominan di Singapura.


Pengaruh kuat PAP

Pada sisi yang lain, pengamat politik Asia Tenggara dari Universitas Diponegoro, Aniello Iannone mengungkap bahwa PAP memiliki andil besar dalam pencalonan Lawrence sebagai pengganti Lee.

"Peran PAP yang mendominasi politik Singapura membuat partai bisa memilih kandidat pengganti sesuai kriteria yang sudah dibuat," ungkap Aniello kepada Indonesia.com, Rabu (15/5).

Lawrence, lanjut Aniello, dapat terpilih sebagai kandidat tak lain karena memiliki koneksi yang kuat dengan keluarga Lee, selain dari kualitas dan kinerja yang diakui masyarakat.

"Koneksi kuat keluarga Lee terhadap PAP memungkinkan pengaruh di dalam proses pencalonan," tambahnya.

PAP kemudian disebut memilih Lee karena ingin melepas stigma pengaruh keluarga Lee di dalam pemerintahan Singapura.

"Secara umum, PAP pilih Lawrence sebagai kandidat untuk mengganti kekosongan politik yang bukan dari keluarga Lee," ujar Aniello.

(val/bac)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat