yoldash.net

Blinken Ketemu Salman Bahas Keamanan Gaza dan Rencana Pascaperang

Menlu AS Antony Blinken bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman bahas gencatan senjata di Gaza hingga rencana pascaperang.
Menlu AS Antony Blinken bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman bahas gencatan senjata di Gaza hingga rencana pascaperang. (REUTERS/Evelyn Hockstein)

Jakarta, Indonesia --

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh pada Senin (29/4). Pertemuan yang jadi bagian agenda kunjungan kawasan itu membahas hal-hal terkait serangan Israel ke Palestina.

Beberapa hal yang dibahas, seperti masalah yang ditimbulkan akibat perang, kemudian bantuan kemanusiaan, gencatan senjata hingga nasib para sandera yang disebut berada di posisi atas topik pembicaraan mereka. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keduanya membahas upaya yang sedang berlangsung untuk segera mencapai gencatan senjata di Gaza yang akan menjamin pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas," pernyataan Kementerian Luar Negeri AS seperti diberitakan AFP, Senin (29/4).

Blinken dan Salman juga disebut membahas integrasi regional yang lebih besar dan "jalan menuju negara Palestina dengan jaminan keamanan bagi Israel," bunyi pernyataan itu.

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu merujuk pada negosiasi kesepakatan luas yang akan melibatkan Amerika Serikat, Arab Saudi, Israel, dan perwakilan Palestina untuk menyetujui persyaratan terkait pembentukan negara Palestina dan pengakuan diplomatik yang lebih besar bagi Israel di wilayah tersebut.

[Gambas:Video CNN]



Sebelum bertemu Mohammed bin Salman, Blinken bertemu Pangeran Faisal bin Farhan, menteri luar negeri Arab Saudi, dan para menteri luar negeri dan penasihat kebijakan luar negeri utama dari lima negara Arab lainnya di Teluk Persia.

Setelah itu, ia bakal melanjutkan perjalanan ke Yordania dan Israel pada Selasa (30/4).

Presiden AS Joe Biden, meski mendukung Israel, telah meminta sikap moderat dari pemerintahnya untuk menggantungkan prospek hubungan formal dengan Arab Saudi karena negara Teluk itu adalah penjaga dua situs paling suci umat Islam.

"Pekerjaan yang telah dilakukan bersama oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat dalam hal perjanjian kita sendiri, menurut saya, berpotensi hampir selesai," kata Blinken sebelum bertemu Salman.

"Tetapi untuk melanjutkan normalisasi, diperlukan dua hal - ketenangan di Gaza dan jalan yang kredibel menuju negara Palestina," katanya pada pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Riyadh.

Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, yang bertemu Blinken di Riyadh, juga mengatakan bahwa perjanjian AS-Saudi "sangat-sangat dekat."

"Sebagian besar pekerjaan sudah selesai," katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sejak lama menentang negara Palestina. Ia oleh pemerintahan Biden dianggap sebagai satu-satunya solusi jangka panjang setelah kampanye Israel untuk melenyapkan Hamas di Gaza.

(tim/chri)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat