yoldash.net

Garis-garis Unik Diduga Sisa Alien Ditemukan di Bulannya Saturnus

Penelitian terbaru mengungkap potensi sinyal kehidupan di salah satu Bulan Saturnus, Enceladus. Berikut penjelasannya.
Studi mengungkap potensi sinyal kehidupan di salah satu Bulan Saturnus, Enceladus. (Foto: Arsip NASA)

Jakarta, Indonesia --

Penelitian terbaru mengungkap potensi sinyal kehidupan di luar Bumi alias alien di salah satu Bulan Saturnus, Enceladus. Berikut penjelasannya.

Para peneliti menemukan pergerakan geser berdampingan di sepanjang "garis-garis harimau" di Enceladus. Pergerakan ini diperkirakan terkait dengan semburan kristal es yang meletus dari cangkang esnya.

Para peneliti mengklaim temuan ini bisa membantu menentukan karakteristik lautan bawah permukaan Enceladus yang terdiri dari es, sekaligus menyelidiki apakah Enceladus mendukung kehidupan atau tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Garis-garis harimau di Enceladus terdiri dari empat rekahan garis paralel di kutub bagian selatan. Enceladus sendiri pertama kali diamati oleh wahana antariksa Cassini milik NASA pada 2005.

Cryovolcanism di wilayah ini melontarkan kristal-kristal es yang diyakini berasal dari lautan Enceladus yang terkubur dari rekahan-rekahan tersebut, menyebabkan gumpalan material yang luas berkumpul di kutub selatan bulan Saturnus ini.

Cryovolcanism adalah letusan cairan atau uap (dengan atau tanpa padatan yang terperangkap) dari air atau elemen lain yang akan membeku padat pada suhu normal permukaan bulan es seperti Enceladus.

Kecerahan gumpalan ini dan semburan yang dihasilkannya tampaknya bervariasi dalam pola yang sejalan dengan orbit Enceladus selama 33 jam mengelilingi Saturnus.

Hal ini membuat para ilmuwan berteori aktivitas semburan meningkat seiring dengan tekanan pasang surut yang bekerja pada garis-garis harimau tersebut.

Namun, teori ini tidak dapat menjelaskan mengapa semburan Enceladus mencapai puncak kecerahannya beberapa jam setelah tekanan pasang surut mencapai maksimum, atau mengapa ada puncak kedua yang lebih kecil yang terlihat tak lama setelah Enceladus mendekati Saturnus.

Melansir LiveScience, simulasi numerik tentang tekanan pasang surut Enceladus dan gerakan patahan garis harimau mengidentifikasi fenomena yang mirip dengan yang terlihat di patahan San Andreas, yang sesuai dengan pola aktivitas jet.

Lebih lanjut, para ilmuwan menyebut Enceladus dengan lautan globalnya yang terkubur di bawah daratan dapat menjadi target utama untuk mencari kehidupan di tempat lain di tata surya.

Penelitian ini dan model yang dibuat tim dapat memberikan dukungan tambahan untuk hipotesis tersebut.

"Memahami jalur transportasi material bawah permukaan melalui zona tarik-menarik atau zona keretakan yang luas sangat penting untuk menentukan apakah butiran es di semburan Enceladus mewakili lautan global yang berpotensi untuk dihuni di bulan tersebut," kata Alexander Berne, pemimpin tim di balik studi ini dan Kandidat PhD di California Institute of Technology (Caltech).

Lihat Juga :

"Studi kami menyediakan kerangka kerja untuk memahami jalur transportasi tersebut dan evolusinya dari waktu ke waktu."

"Bukti adanya pengaruh jangka panjang pasang surut pada evolusi Enceladus, yang juga memanaskan bagian dalam, menyiratkan bahwa lautan bulan ini berumur panjang, yang berimplikasi pada potensi evolusi kehidupan di bagian dalam," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(lom/dmi)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat