yoldash.net

GP Ansor Siap Diajak Ngobrol Bahlil soal Izin Tambang Ormas Keagamaan

Ketum PP GP Ansor mengatakan wacana IUP buat ormas keagamaan adalah sebuah ide baik, namun pihaknya belum mendapat kabar atau tawaran terkait itu.
Ketua Umum Pimipinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharuddin. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Jakarta, Indonesia --

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharudin menilai rencana pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari pemerintah kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan merupakan ide yang baik.

Namun demikian, Addin menegaskan sejauh ini GP Ansor belum mendapatkan kabar atau tawaran atas wacana pemberian IUP tersebut.

"Belum. Tapi bahwa ide itu bagus lah. Bagus," kata Addin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Addin pun mengaku siap apabila Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia atau perwakilan pemerintah ke depannya mengajak GP Ansor berdiskusi membahas rencana itu.

ADVERTISEMENT

Addin pun menjelaskan rencana pemberian IUP itu sebagai ide yang cukup baik lantaran ormas keagamaan menurutnya telah memiliki peran yang cukup penting dalam masa-masa perjuangan dan pembangunan Indonesia.

"Ya Kalau diajak ngobrol ya boleh. Saya kira bahwa kan itu bagian kontribusi bersama terhadap komponen yang membangun negara ini lah, salah satunya ormas," ujarnya.

Sebelumnya, Bahlil pada akhir April lalu mengungkap rencana pemerintah membagikan IUP kepada ormas-ormas keagamaan. Rencana itu disebut Bahlil bagian dari bentuk perhatian pemerintah terhadap peran ormas-ormas keagamaan.

Ia pun mengatakan pembagian IUP kepada ormas ini akan dilakukan dengan baik, tanpa benturan kepentingan (conflict of interest). Ia juga memastikan tambangnya dikelola secara profesional bersama mitra yang baik.

Menurut Bahlil, perusahaan pertambangan juga tak bisa mengelola IUP sendiri tanpa melibatkan kontraktor. Dengan begitu, dirinya menilai para ormas juga bisa bijaksana dalam mengelola IUP.

(khr/kid)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat