yoldash.net

Viral Pertunangan Anak 7 Tahun di Sampang, Orang Tua Buka Suara

Acara tersebut sengaja digelar oleh kedua orang tua mempelai sebagai wujud nazar saat mereka menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.
Ilustrasi. Dua anak berusia 7 tahun di Sampang, Madura, bertunangan karena kesepakatan orang tua. (Foto: AP/Anupam Nath)

Pamekasan, Indonesia --

Pertunangan seorang anak berusia 7 tahun di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, viral di sejumlah media sosial.

Acara tersebut sengaja digelar oleh kedua orang tua mempelai sebagai wujud nazar saat mereka menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Baitullah, kami bernazar bahwa anak saya akan dijodohkan dengan anak famili saya yang bertemu di Makkah 8 tahun yang lalu," ujar salah satu orang tua mempelai, Zahri.

Saat pertemuan itu, istri Zahri, Zainab sedang hamil tua. Begitu pula dengan sanak keluarganya yang berpisah delapan tahun, Zulaiha juga sedang hamil tua.

ADVERTISEMENT

Zainab bersama dengan suaminya Zuhri, merupakan TKI di Arab Saudi sebagai pelayan jemaah haji. Tiba masa melahirkan, Zainab pulang ke kampung halamannya.

Setelah melahirkan, Zainab kembali lagi ke Arab Saudi. Anak yang dilahirkan, diasuh oleh adik kandungnya, Nikmah (31).

"Sejak lahir itu, anak saya sudah dianggap menantu oleh calon besan saya karena anak saya perempuan, sedangkan anak calon besan saya laki-laki," kata Zahri.

Meski pertunangan masih belum resmi saat itu, keluarga besan sering mengirimkan berbagai jenis pakaian kepada anak Zahri, terutama saat menjelang Lebaran.

"Semua pemberian dari besan diberikan kepada anak saya yang sehari-hari diasuh adik ipar saya. Sedangkan saya dan istri melanjutkan pekerjaan di Makkah," ujar Zahri.

Seiring waktu, keluarga calon besan ingin meresmikan pertunangan anaknya. Rencana itu sempat menuai pertentangan di keluarga Zahri, terutama ayah dan ibu angkatnya.

Mereka beralasan, dua anak itu masih bocah. Selain itu, di keluarga ayah angkatnya pertunangan usia anak tidak lumrah.

"Awalnya ada pertentangan. Namun, karena pihak calon besan mendesak dan jika tidak disetujui, hubungan kekerabatan akan rusak, maka permintaan keluarga besan dipenuhi dan pertunangan diresmikan," katanya.

Tim Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur langsung mendatangi rumah keluarga pada 16 April 2024.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati mengatakan di Madura ada budaya untuk melakukan pertunangan untuk mempererat tali silaturahmi dan tali kekeluargaan.

"Meski pertunangan dilakukan sekarang saat anak masih kecil namun pernikahannya akan dilaksanakan saat anak-anak sudah lulus kuliah. Menanggapi fenomena ini, kami berharap kepada Pemerintah Daerah untuk terus menerus memberikan satu sosialisasi tentang bahaya menikah muda atau pernikahan anak," kata Maria.

(nrs/fra)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat