yoldash.net

6 Temuan Baru Komnas HAM di Kasus Brigadir J

Selama proses penyidikan berlangsung, Komnas HAM menemukan beberapa temuan anyar di kasus penembakan Brigadir J.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik memaparkan temuan-temuannya dalam kasus penembakan brigadir J. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

Jakarta, Indonesia --

Kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih meninggalkan berbagai misteri.

Saat ini, satu orang tersangka, yakni Bharada E telah ditetapkan.

Berbagai penyelidikan pun masih terus dilakukan. Terutama oleh tim khusus yang dibentuk Komnas HAM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perjalanannya, Komnas HAM menemukan berbagai bukti baru selama proses penyidikan berlangsung.

ADVERTISEMENT

Berikut rangkuman temuan-temuan baru terkait kematian Brigadir J yang dilakukan Komnas HAM.

1. Istri Sambo berteriak

Dalam penyelidikan, Komnas HAM menemukan istri Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo, yakni Putri Chandrawathi berteriak. Teriakan itu terjadi sebelum peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J.

Meski demikian, dari keterangan saksi-saksi yang diperiksa, tidak diketahui teriakan yang dilakukan Putri itu berkaitan dengan apa. Sebab sebelumnya, ada tudingan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri.

2. Dokumentasi foto kegiatan di Magelang

Dokumentasi foto kegiatan di Magelang sebelum Brigadir J mengembuskan napas terakhirnya telah dikantongi Komnas HAM. Foto-foto itu disebut cukup penting untuk mengungkap kasus yang saat ini tengah menjadi sorotan itu.

3. Tak ada saksi saat penembakan terjadi

Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kedatangan Bharada E tersebut untuk dimintai keterangan terkait insiden baku tembak dengan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J  yang terjadi pada Jumat (8/7) lalu di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.Polisi telah menetapkan satu tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J, yakni Bharada E. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Komnas HAM menyebut, tak ada saksi yang melihat aksi baku tembak antara Brigadir J dan tersangka Bharada E. Pernyataan adu tembak itu juga hanya disampaikan oleh Bharada E.

"Ini kan baru keterangan Bharada E sendirian yang kemudian diperkuat oleh keterangan Riki yang juga berada di lantai bawah, tetapi Riki sebenarnya tidak melihat langsung tembak menembak itu," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik

4. Istri Sambo menangis terekam CCTV

Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) disebut langsung pulang ke rumah pribadi dan menangis usai terjadi peristiwa penembakan Brigadir J di rumah dinasnya di Duren Kalibata, Jakarta Selatan.

Hal itu diungkapkan oleh Taufan Damanik setelah memeriksa CCTV yang dipasang di rumah pribadi Sambo. Jarak antara rumah pribadi dan rumah dinas Sambo tidak jauh.

5. Pelecehan seksual belum tentu terjadi

Komnas HAM menyebut, tudingan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo justru belum tentu terjadi. Ini lantaran hingga saat ini belum ada saksi yang membenarkan terjadinya hal tersebut.

6. Keterangan polisi banyak yang tidak klop

Komnas HAM menyebut banyak hal yang tidak sesuai antara temuan pihaknya dengan kronologi yang diungkap polisi sebelumnya. Misalnya, soal Brigadir J yang disebut menodongkan pistol ke Putri saat pelecehan seksual terjadi.

Pihaknya belum menemukan bukti dan saksi soal cerita pistol tersebut sejak pemeriksaan dilakukan.

(tst/asr)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat