yoldash.net

Zelensky: Pasukan Ukraina Tembak Jatuh Sukhoi SU-25 Rusia

Serangan terbaru Rusia menewaskan dua orang di Ukraina dan satu jet tempur SU-25 milik Rusia berhasil ditembak jatuh.
Serangan terbaru Rusia menewaskan dua orang di Ukraina dan satu jet tempur SU-25 milik Rusia berhasil ditembak jatuh. (AFP/JOHANNES EISELE)

Jakarta, Indonesia --

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukannya telah menembak jatuh jet tempur Rusia Sukhoi SU-25 di Donetsk pada Sabtu (4/5). Wilayah ini merupakan salah satu dari empat yang diklaim Rusia sudah dianeksasi.

"Pujian khusus ditujukan kepada para pejuang brigade mekanis terpisah ke-110 yang hari ini berhasil menjatuhkan SU-25 Rusia lainnya di wilayah Donetsk," kata Zelenskiy dalam pidatonya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan terbaru Rusia menyerang wilayah Kharkiv dan Dnipro serta Odesa, kota pelabuhan di Laut Hitam. Serangan ini menewaskan setidaknya dua warga sipil, membakar pabrik makanan dan merusak infrastruktur, rumah dan bangunan komersial lainnya.

Zelenskiy mengatakan Rusia sudah menggunakan delapan rudal berbagai jenis dan hampir 70 bom berpemandu pada siang hari usai Angkatan Udara Ukraina menjatuhkan 13 drone Shaded yang menargetkan Kharkiv dan Dnipro.

ADVERTISEMENT

"Rusia hanya bisa dipaksa meninggalkan Ukraina," kata Zelenskiy dalam pidatonya.

Gubernur Kharkiv Oleh Syniehubov mengatakan Rusia menewaskan seorang pria 49 tahun di jalan dekat rumahnya di desa Slobozhanske. Seorang wanita 82 tahun tewas dan dua pria terluka atas serangan di kotanya.

Gubernur Odesa Oleh Kiper mengatakan tiga orang terluka akibat serangan rudal di kotanya.

Seorang komandan angkatan udara mengatakan pertahanan udara Ukraina berhasil menjatuhkan 13 drone yang menyerang. Namun Syniehubov bilang puing-puing yang berjatuhan melukai empat orang dan memicu kebakaran di gedung perkantoran.

Di kawasan industri Dnipropetrovsk, penembakan melukai seorang wanita 57 tahun dan merusak infrastruktur di Nikopol, dekat pembangkit tenaga nuklir Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia.

(fea/fea)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat