yoldash.net

Orang Tua Wajib Tahu, 7 Kebiasaan yang Membuat Anak Tumbuh Tinggi

Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak. Kebiasaan-kebiasaan berikut ini juga bisa membuat anak tumbuh lebih tinggi.
Ilustrasi. Ada banyak kebiasaan yang bisa membuat anak tumbuh tinggi. (iStockphoto/Choreograph)

Daftar Isi
  • 1. Konsumsi protein rendah lemak
  • 2. Olahraga
  • 3. Lengkapi kebutuhan vitamin dan mineral
  • 4. Latihan fleksibilitas
  • 5. Tidur cukup
  • 6. Perbanyak aktivitas luar ruangan
  • 7. Yoga khusus anak
Jakarta, Indonesia --

Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak. Kebiasaan-kebiasaan berikut ini juga bisa membuat anak tumbuh lebih tinggi.

Memiliki anak yang sehat dan tumbuh tinggi menjadi harapan banyak orang tua. Tinggi badan akan tumbuh pesat pada usia pertumbuhan dan berhenti pada usia 14-20 tahun.

Selain faktor genetik dan didukung dengan asupan makanan bernutrisi, melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu juga bisa mendukung pertumbuhan tinggi badan anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, orang tua punya peran penting untuk membentuk kebiasaan pada anak agar memiliki postur dan badan yang tinggi.

Melansir berbagai sumber, berikut ini sejumlah kebiasaan yang bisa membuat anak tumbuh tinggi.

ADVERTISEMENT

1. Konsumsi protein rendah lemak

Beri anak asupan bernutrisi tinggi. Nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh tinggi adalah karbohidrat kompleks dan protein tanpa lemak.

Pastikan anak mendapatkan cukup protein karena protein membangun otot dan tulang. Nutrisi ini bisa didapatkan dari dada ayam, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak.

2. Olahraga

Olahraga intens melibatkan aktivitas fisik diklaim efektif membangun pertumbuhan otot dan kekuatan tulang secara optimal.

Menurut hasil penelitian, olahraga yang bisa membuat tubuh tinggi yaitu berenang, jogging, skipping, basket, voli, badminton, hingga melompat-lompat di atas trampolin.

3. Lengkapi kebutuhan vitamin dan mineral

Ilustrasi sayur dan buahIlustrasi. Salah satu kebiasaan yang membuat anak tumbuh tinggi adalah penuhi kebutuhan buah dan sayur. (iStock/carlosgaw)

Kebiasaan yang membuat anak tumbuh tinggi selanjutnya adalah melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral mereka dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan.

Untuk tumbuh tinggi, anak membutuhkan kalsium, vitamin A, dan vitamin D yang berperan penting untuk pembentukan tulang. Pemberian suplemen juga bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada anak.

4. Latihan fleksibilitas

Berdasarkan studi yang dipublikasikan PubMed Central, latihan fleksibilitas seperti peregangan, hang up, bisa membantu menambah tinggi badan sekitar 1,3 cm hingga 1,5 cm.

Tak hanya itu, latihan fleksibilitas juga bermanfaat merangsang otot-otot tubuh bagian atas sekaligus memperkuat lengan supaya postur tubuh lebih kencang.

5. Tidur cukup

Cute asian child girl sleeping and hugging her teddy bear in the bedIlustrasi. Salah satu kebiasaan yang membuat anak tumbuh tinggi adalah tidur yang cukup. (istockphoto/Sasiistock)

Selain berolahraga dan asupan yang bergizi, setiap orang tua penting memerhatikan waktu tidur anak supaya benar-benar tercukupi. Sebab kebiasaan tidur cukup berkaitan pada pertumbuhan tinggi badan.

Untuk anak berusia 6-7 tahun disarankan tidur 9-10 jam per hari. Sementara anak usia 8-14 tahun tidur 8-9 jam per hari, sedangkan anak usia 15-18 tahun tidur 7- jam per hari.

6. Perbanyak aktivitas luar ruangan

Memperbanyak aktivitas di luar ruangan terutama pagi hari, dinilai bagus untuk membantu pertumbuhan tinggi badan anak karena mendapat suplai vitamin D dari matahari.

Vitamin D dapat membantu tubuh dalam menyerap kalsium dari makanan yang dikonsumsi dan memperkuat komposisi tulang.

7. Yoga khusus anak

Seorang anak membentuk tubuhnya seperti piramid dalam sebuah kelas yoga di Bali Spirit Festival 2017.Ilustrasi. Salah satu kebiasaan yang membuat anak tumbuh tinggi adalah yoga. (Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

Kebiasaan yang bisa membuat anak tumbuh tinggi selanjutnya yaitu yoga, karena gerakannya banyak melibatkan peregangan dan latihan keseimbangan.

Sebagian besar gerakan yoga khusus anak akan berpusat terhadap peregangan otot-otot lengan, punggung, bahkan kaki dalam satu gerakan.

(pua/pua)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat