yoldash.net

Polisi Sibak Ribuan Motor Cicilan Belum Lunas Diselundupkan ke Vietnam

Kepolisian mengungkap operasi penyelundupan motor bekas bermasalah pembiayaan ke Vietnam.
Polda Jawa Tengah mengungkap penyelundupan seribu motor ke Vietnam saat Konferensi Pers di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (21/5/2024). (CNNIndonesia/Damar)

Jakarta, Indonesia --

Tim Jatanras Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kejahatan penyelundupan motor bekas ke Vietnam. Dari hasil penyelidikan, selama kurun waktu satu tahun, sudah ada sebanyak 1.000 unit yang diselundupkan dengan estimasi keuntungan sampai miliaran rupiah.

Menurut Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi, motor yang diselundupkan ke Vietnam tersebut sebenarnya tergolong motor baru karena rata-rata hanya satu bulan keluar dari dealer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luthfi juga menyebut pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dari pihak perusahaan jasa pembiayaan atau leasing yang resah karena mengalami kredit macet di awal cicilan.

Saat dilakukan penyelidikan ternyata keberadaan motor sudah tidak di tangan pemiliknya karena telah dijual ke orang lain dengan harga murah, di bawah pasaran.

ADVERTISEMENT

Meski begitu pemilik untung lantaran mendapat duit lebih dari uang muka yang dibayar saat membeli motor baru secara kredit, bahkan belum sampai membayar angsuran pertama.

"Ini sebenarnya motor kondisinya baru, rata-rata itu maksimal baru satu bulan keluar dari dealer terus oleh pemiliknya dijual ke pelaku dengan harga lebih tinggi karena pemilik hanya bermodal uang muka dan belum sempat mulai angsuran awal," ujar Luthfi saat Konferensi Pers di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (21/5).

"Jadi ada warga beli motor kredit hanya modal uang muka Rp2 juta dan belum sampai jatuh tempo angsuran pertama, sudah ada orang datang mau membelinya Rp5 juta. Bagi pemilik kan untung", katanya lagi.

Luthfi telah meminta jajarannya terus mendalami dan mengembangkan kasus yang diduga melibatkan sindikat internasional ini, karena pelaku mudah keluar masuk barang di area pelabuhan dengan memalsukan isi dokumen Manifest yang menyatakan barang sepeda motor baru.

"Ini sudah kejahatan Trans Nasional sehingga diduga kuat melibatkan jaringan sindikat internasional. Kita akan terus mendalami dan menggandeng kasus ini, tentunya bekerjasama dengan Kepolisian Vietnam", tambah Luthfi.

Untung miliaran

Dalam pengungkapan kasus ini, kepolisian meringkus dua warga Demak, yakni Sumantri sebagai pemodal dan Asari sebagai pemetik atau pembeli.

Selama kurun waktu satu tahun, kedua tersangka dikatakan berhasil meraup keuntungan mencapai miliaran rupiah dan jumlah motor yang dikirimkan ke Vietnam mencapai 1.000 unit.

Saat pengungkapan barang bukti Polda Jawa Tengah memperlihatkan sebagian motor yang terlibat dalam kasus ini. Motor-motor yang tampak kebanyakan merek Honda, modelnya Vario Series,

"Ada dua tersangka kita amankan, satu pemodal, satunya lagi pemetik. Mereka sudah beraksi sejak tahun 2023 hingga sekarang. Keuntungannya sudah mencapai ratusan juga rupiah", kata Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Polisi Johanson Ronald Simamora.

Tersangka Sumantri mengungkap caranya mengakali agar motor benar-benar seperti baru. Dia bilang pihaknya membawa motor ke dealer untuk mereset odometer agar angka jarak tempuh menjadi 0 kilometer.

"Kalau sudah dipakai dua sampai tiga minggu kan kondisi spidometer berubah, makanya agar kelihatan baru dibawa ke dealer untuk direset sehingga kondisi motor nol kilometer alias belum pernah dipakai", ujar Sumantri.

Selain mendatangi rumah warga dan membeli motor secara langsung, Sumantri juga menggunakan media sosial untuk mencari motor keluaran baru meski dokumen yang dimiliki hanya STNK.

"Buka pengumuman di media sosial. Cari motor baru yang hanya STNK. Kalau tersambung nanti nego, saya batasi maksimal beli di angka 17 juta karena nanti dilempar ke Vietnam nya seharga 19 juta. Kalau pasaran motornya aslinya 21 sampai 23 juta", jelas Sumantri.

Polda Jawa Tengah masih terus mempelajari kejahatan penyelundupan motor ini, khususnya mendalami ada tidaknya kaitan kelompok tersangka dengan kelompok lain yang sudah diungkap karena menyelundupkan motor ke Timor Leste.

(dmr/fea)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat