yoldash.net

Belanda vs Inggris: Duel Kolosal di Semifinal Euro 2024

Laga semifinal Euro 2024 ini bisa jadi momentum bagi Belanda dan Inggris mengulang kenangan Euro 1988 serta 1996.
Inggris perlu bermain terbuka melwan Belanda untuk lolos ke final Euro 2024. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta, Indonesia --

Belanda pernah memukul Inggris 3-1 di Euro 1988, tetapi dibalas The Three Lions dengan tamparan 4-1 di Euro 1996. Kini keduanya bentrok lagi di Euro 2024.

Duel dua tim bermesin tempur telat panas ini akan tersaji di Stadion Westfalenstadion, Dortmund pada Rabu (10/7) malam waktu Jerman atau Kamis (11/7) dini hari WIB.

Pada 1988, Marco van Basten menjadi pahlawan De Oranje dengan trigolnya. Sedangkan pada 1996 Alan Shearer dan Edward Paul Sheringham jadi bintang dengan sama-sama mencipta dwigol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dua edisi Piala Eropa itu Van Basten dan Shearer sama-sama jadi top skor kejuaraan dengan lima gol. Kali ini di Jerman, siapakah yang akan jadi Satria Madangkara?

Jika melihat daftar pemain tersubur saat ini, Cody Gakpo berpotensi jadi pahlawan dan Jude Bellingham jadi Robin Hood. Gakpo sudah mencetak tiga gol dan Bellingham dua gol.

Menurut mesin superkomputer Opta, potensi menang Inggris 37,8 persen dan Belanda 31,6 persen. Pertandingan diprediksi berakhir dalam waktu 90 menit tanpa perpanjangan waktu.

Ibarat Pertempuran Scheveningen antara kedua negara yang dikenal dengan istilah Eerste Engels-Nederlandse Oorlog pada 1652, duel ini bisa cepat usai jika main terbuka.

Dari lima pertandingan sebelumnya, potensi main terbuka diperlihatkan Belanda. Adapun Inggris seperti keranjingan lagi ideologi klasiknya, tembakan jarak jauh mematikan.

Urusan mentalitas, Belanda dan Inggris juga sama-sama teruji. Di Euro 2024 ini, Inggris dua kali bangkit begitu tertinggal. Itu terjadi saat jumpa Slovakia dan Swiss.

Belanda juga sama. Tim asuhan Ronald Koeman ini bangkit dari ketertinggalan saat melawan Polandia di babak grup dan membuat Turki sakit hati lewat dua gol dalam enam menit.

Akankah Belanda mengulang kisah manis 1988 atau Inggris yang kembali ke momentum 1996? Laga kolosal ini sepertinya akan ditentukan strategi yang dibuat Ronald Koeman dan Gareth Southgate.

Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>

Pragmatisme 3-4-3 vs Dinamisme 4-2-3-1

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat