yoldash.net

Minyak Tumpah dari Kapal Bunker Cemari Singapura, Sampai di RI?

Kepulauan Riau, yang berbatasan laut dengan Singapura, bersiaga dengan potensi tumpahan minyak dari Pulau Sentosa.
Tumpahan minyak mencemari Tanjong Beach, Pulau Sentosa, Singapura, 15 Juni. (REUTERS/Edgar Su)

Tanjungpinang, Indonesia --

Kepulauan Riau mengantisipasi kedatangan limbah minyak dari tabrakan kapal keruk pasir berbendera Belanda dengan kapal bunker berbendera Singapura di Pasir Panjang, Pulau Sentosa, Singapura.

Kecelakaan kapal itu terjadi di terminal Pasir Panjang, Singapura, Jumat (14/6), dan mengakibatkan minyak tumpah sampai mencemari perairan Pulau Sentosa.

Kapal bunker merupakan kapal yang berfungsi untuk pengisian bahan bakar kapal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doli Boniara, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kepri, mengaku sudah berkoordinasi dengan lembaga lain buat mencegah masuknya 400 ton tumpahan minyak ke perairan Batam dan Bintan.

"Kita sudah koordinasi dengan Bakamla dan aparat TNI AL untuk memantau tumpahan minyak akibat tabrakan Kapal Tanker di Singapura, tapi minyaknya belum masuk ke perairan Kepri," ungkap dia, diwawancara pada Selasa (18/6).

Dia juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Konsulat Singapura yang ada di Batam.

Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura, lanjutnya, juga sudah mensterilkan dan mengatasi tumpahan minyak tersebut agar tidak menyebar luas hingga masuk ke perairan Indonesia.

Doli juga meminta nelayan dan pemilik resort atau hotel yang terdampak untuk segera melapor.

"Kami menghimbau kepada Nelayan atau Pemilik Resort dan Hotel agar bisa melapor, apabila terdampak dari tumpahan minyak tabrakan Kapal di Singapura", Ujarnya.

Terpisah, Sukur Hariyanto, Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, mengungkap sampai saat ini belum ada tanda-tanda pencemaran minyak hitam di Batam, Bintan, Karimun, dan Lingga.

Pihaknya akan berkomunikasi dengan pengurus KNTI di Kepri untuk memantau keadaan laut beberapa hari ke depan.

"Sampai saat ini, belum ada laporan dari Nelayan di Kepri yang terdampak akibat pencemaran minyak hitam akibat tabrakan kapal tanker di Singapura", Katanya.

Kecelakaan kapal itu bermula saat kapal keruk tiba-tiba kehilangan kendali mesin dan kemudi hingga menabrak kapal bunker. Tangki muatan minyak pun pecah dan isi bahan bakar minyak rendah sulfurnya terbuang ke laut.

Diperkirakan lebih dari separuh minyak muatan kapal bunker, yakni sekitar 400 ton, terbuang ke laut.

Pihak berwenang mengerahkan kapal patroli untuk menyemprot bahan pendispersi serta kontraktor untuk mengurangi dampak tumpahan.

"Boom juga dipasang di sekitar kapal setelahnya sebagai tindakan pencegahan jika terjadi kebocoran lebih lanjut dari kapal," kata otoritas serempat dilansir dari CNA.

Imbas insiden ini, pantai-pantai di tiga pulau Singapura ditutup. Tumpahan minyak menyebar di beberapa garis pantai sejak Jumat.

(arh/arh)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat