yoldash.net

Polda Bali Dikecam Biarkan Ormas Bubarkan Forum Air Rakyat

Denpasar Demokrasi Forum mengecam dugaan pembiaran oleh Polda Bali atas intimidasi dan upaya pembubaran forum air rakyat oleh ormas dalam dua hari ini.
Spanduk penolakan Forum Air Rakyat yang digelar di Bali karena dianggap mengganggu KTT World Water Forum. (Dok. Istimewa)

Jakarta, Indonesia --

Denpasar Demokrasi Forum mengecam Polda Bali yang dinilai membiarkan peristiwa pembubaran agenda People's Water Forum (PWF) di Bali oleh organisasi masyarakat (ormas).

Koordinator Denpasar Demokrasi Forum Ignasius Darmawan mengatakan berdasar informasi yang diterima, pembubaran agenda dilakukan ormas yang mengatasnamakan Patriot Garuda Nusantara (PGN) pada Senin (20/5). Bukan hanya awal pekan ini, aksi intimidasi untuk mencegah gelaran diskusi Forum Wakil Rakyat di sebuah hotel di Denpasar itu kembali dilakukan massa yang diduga berasal dari Ormas.

Pada Selasa (21/5) ini disebutkan intimidasi dilakukan dengan cara pengadangan, penguncian ruang diskusi, kekerasan verbal dan fisik terhadap peserta diskusi, hingga pengusiran tamu undangan. Salah satu yang diusir adalah eks hakim MK I Dewa Gede Palguna yang seharusnya jadi salah satu pembicara dalam forum itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengecam tindakan pembiaran Kepolisian Bali atas sikap-sikap arogansi dari pihak oknum ormas yang telah mengintimidasi dan dan mempersekusi hak sipil," kata Darmawan dalam keterangan tertulis, Selasa.

ADVERTISEMENT

Denpasar Demokrasi Forum mengutuk tindakan ormas yang dinilai anti demokrasi dan merendahkan martabat, hak asasi manusia serta dinilai melanggar pasal 28 UUD 1945.

Oleh karena itu, Darmawan mengatakan pihaknya meminta Polda Bali untuk menjamin hak warga negara untuk berkumpul dan menyatakan pendapat.

"Kami meminta untuk pihak kepolisian menindak tegas serta menangkap ormas-ormas yang melakukan tindakan intimidasi, persekusi dan tindakan kekerasan lainnya terhadap warga sipil dalam tempo yang sesingkat-singkatnya," kata dia.

Kegiatan the People's Water Forum (PWF) rencananya diselenggarakan di Bali pada 21-23 Mei 2024. Forum Air Rakyat yang diinisiasi sejumlah LSM hingga aktivis lingkungan memang ditujukan sebagai ruang untuk mengkritisi privatisasi air, dan mendorong pengelolaan air untuk kesejahteraan rakyat.

Kegiatan itu dilaporkan dibubarkan oleh puluhan massa Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) pada Senin, 20 Mei 2024.

Ormas itu diduga melakukan rangkaian intimidasi, kekerasan dan teror pada panitia penyelenggara dan warga yang hadir. PWF disebut adalah agenda masyarakat sipil yang dilakukan untuk merespons agenda World Water Forum ke-10 yang juga diselenggarakan di Bali pada pekan ini.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan pihaknya belum mengetahui masalah pembubaran agenda PWF tersebut.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada laporan resmi kepada kepolisian terkait pembubaran itu.

"Intinya Polda Bali tidak mengetahui ada kegiatan yang dilakukan di hotel tersebut dan juga rencana pihak-pihak yang melarang atau menghentikan kegiatan tersebut," kata Jansen, Senin (20/5).

Jansen menyebut kelompok aktivis PWF tidak mematuhi aturan dalam penyampaian pendapat di muka umum.

"Tidak ada pemberitahuan sebagaimana aturan tersebut, bahkan cenderung kegiatan diam-diam disebar melalui medsos," katanya.

(yoa/kid)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat