yoldash.net

Jejak Kabinet Sukarno hingga Jokowi: Pernah Sampai 132 Kursi Menteri

Mengutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, jumlah anggota kabinet terbanyak terjadi pada masa kepemimpinan Presiden pertama Sukarno dengan jumlah 132 orang.
Jumlah menteri dalam kabinet pemerintahan Indonesia bervariasi dari pemerintahan satu ke pemerintahan lainnya. Jumlah anggota kabinet terbanyak pernah mencapai 100 orang lebih. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

Jakarta, Indonesia --

Jumlah menteri dalam kabinet pemerintahan Indonesia bervariasi dari pemerintahan satu ke pemerintahan lainnya.

Dalam dua dekade terakhir misalnya, anggota kabinet berjumlah 34 orang merujuk Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

Kini Badan Legislasi (Baleg) DPR mulai merevisi UU tentang Kementerian Negara pada masa sidang V hingga 11 Juli mendatang. Baleg juga mengusulkan perubahan pada Pasal 15 yang membatasi jumlah kementerian sebanyak 34 kursi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam draf terbaru, DPR mengusulkan perubahan pasal tersebut sehingga jumlah kementerian tak lagi dibatasi melainkan sesuai kebutuhan.

ADVERTISEMENT

Revisi UU itu bersamaan dengan wacana pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming ke depan menambah jumlah kementerian menjadi 40 kursi.

Lantas, bagaimana komposisi anggota kabinet di Indonesia dari masa ke masa?

Mengutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, jumlah anggota kabinet terbanyak terjadi pada masa kepemimpinan Presiden pertama Sukarno dengan jumlah 132 orang.

Sementara komposisi anggota kabinet paling sedikit terjadi pada masa kepemimpinan Pjs Presiden yakni Susanto Tirtoprodjo selama 20 Desember 1949 hingga 21 Januari 1950 dengan jumlah 10 orang.

Selepas kemerdekaan 1945 hingga periode 2024, Indonesia mencatatkan 40 nama kabinet dari tujuh Presiden.

Pertama, pada masa Kabinet Presidensial periode 2 September hingga 14 November 1945, kabinet yang dipimpin Sukarno berjumlah 21 orang.

Selanjutnya susunan kabinet berulang kali berubah usai Sukarno memberlakukan Demokrasi Liberal atau Demokrasi Parlementer mulai Agustus 1950 hingga 5 Juli 1959.

Dalam kurun waktu sembilan tahun itu, terjadi tujuh kali pergantian kabinet dengan perdana menteri yang juga berbeda-beda. Rata-rata anggota kabinet di masa-masa itu berjumlah 20 orang.

Setelah Demokrasi Liberal berakhir, Indonesia memasuki masa Demokrasi Terpimpin selama periode 1959 hingga 1966. Selama periode itu, Sukarno menamai susunan kerja pemerintah dengan Kabinet Kerja hingga jilid 4.

Pada kurun waktu Agustus 1964 hingga Maret 1966, jumlah anggota kabinet melonjak hingga lebih dari 100. Rinciannya, Kabinet Dwikora I dengan jumlah anggota menteri sebanyak 110 orang dan Kabinet Dwikora II dengan 132 orang anggota kabinet.

Kabinet Dwikora I dibentuk saat masa konfrontasi dengan Malaysia. Oleh sebab itu, di samping fokus pada peningkatan sandang pangan, 'Ganyang Malaysia' adalah bagian terpenting dalam program kerja Kabinet Dwikora I.

Kemudian pada Kabinet Dwikora II, jumlah menteri ditambah sebagai langkah kabinet yang disempurnakan. Selanjutnya pada Kabinet Dwikora III, jumlah anggota kabinet berkurang menjadi 79 orang.

Setelah Sukarno ditumbangkan, Soeharto selanjutnya yang memimpin Kabinet Ampera I dan Ampera II sebagai Ketua Presidium dan Pjs Presiden selama periode Juli 1966 hingga Juni 1968.

Soeharto kemudian menjabat sebagai Presiden ke-2 RI. Awal kepemimpinan Soeharto, ia membentuk Kabinet Pembangunan yang beranggotakan 24 orang.

Kabinet Pembangunan mencapai jilid ke-7 selama Soeharto memimpin Indonesia 32 tahun. Selama periode itu, anggota kabinet terbanyak berjumlah 44 orang dan paling sedikit 24 orang.

Indonesia selanjutnya memasuki masa reformasi ditandai dengan kepemimpinan Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Selama periode 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999, Habibie menamai dengan Kabinet Reformasi Pembangunan yang berjumlah 37 orang.

Beralih ke masa kepemimpinan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dengan Kabinet Persatuan Nasional yang berjumlah 36 orang.

Dilanjutkan Kabinet Gotong Royong oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri selama periode 9 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2004. Dalam kabinet Megawati, jumlah menteri berjumlah 33 orang.

Selanjutnya memasuki masa Pemilu 2004 yang menjadi momen pertama pemilihan presiden di Indonesia dipilih langsung oleh rakyat. Pemberlakuan aturan ini terjadi pasca perubahan amandemen UUD 1945.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemudian terpilih menjadi Presiden ke-6 atau periode 2004-2009. Ia mendirikan Kabinet Indonesia Bersatu dengan jumlah menteri sebanyak 34 orang.

Dalam masa kepemimpinannya itu, SBY kemudian mengeluarkan aturan bahwa jumlah kabinet Indonesia paling banyak 34 orang.

SBY kembali terpilih menjadi Presiden RI periode 2009-2014. Ia menamai susunan pemerintahannya dengan nama Kabinet Indonesia Bersatu II dengan jumlah menteri 34 orang.

Kemudian pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jumlah anggota kabinet tetap 34 orang selama dua periode pemerintahannya.

(khr/fra)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat