yoldash.net

Risma Bakal Petakan Jalur Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar

Menteri Risma bakal menganalisa jalur lahar dingin Gunung Marapi Sumbar, dengan meniru konsep peta lahar dingin Gunung Merapi Yogyakarta.
Menteri Sosial Tri Rismaharini berencana membuat peta jalur lahar dingin Gunung Marapi dengan meniru konsep peta lahar dingin Gunung Merapi DIY. (ANTARA FOTO/Al Fatah)

Yogyakarta, Indonesia --

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyebut pemerintah segera menganalisa daerah risiko atau jalur-jalur lahar dingin Gunung Marapi, Sumatera Barat untuk keperluan mitigasi.

"Sebetulnya, (banjir lahar dingin) Gunung Marapi ini sudah beberapa kali dan juga ada korban, karena itu kami akan coba analisa mana jalur lahar-lahar dingin, dan mana jalur-jalur yang berbahaya untuk kita bisa kita lakukan (mitigasi)," kata Risma di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional III, Kalasan, Sleman, Senin (13/5).

Analisa jalur potensial terdampak banjir lahar dingin Marapi ini akan berkaca dari langkah mitigasi yang telah terimplementasi pada peristiwa bencana erupsi Gunung Merapi di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus PDIP itu menilai peta jalur lahar dingin bisa meminimalkan risiko dampak bencana Gunung Marapi.

"Gunung berapi di Jogja ini jalur-jalurnya sudah bisa terdeteksi dan sudah bisa dipelajari. Nah, itu kalau bisa digunakan di Marapi supaya untuk menghindari korban yang lebih banyak lagi, karena setiap kali ada erupsi lahar dingin atau lahar panas itu selalu ada korban," imbuh Risma.

ADVERTISEMENT

Lebih jauh, Risma menuturkan jajaran kementeriannya telah diterjunkan dalam proses evakuasi korban bencana lahar dingin Gunung Marapi di Sumbar sejak Minggu (12/5) kemarin. Ia rencananya akan menyusul ke lokasi bencana.

"Sudah di sana, kalau staf saya. Sekarang lagi proses pencarian korban yang lain yang sudah ditemukan, insya Allah nanti Rabu malam, berangkat ke sana untuk korban," kata dia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 41 orang meninggal dunia akibat banjir Sumbar yang menerjang Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang dan Pariaman. 

Wilayah-wilayah terdampak banjir itu telah menetapkan status tanggap darurat yang berlaku hingga 14 hari atau sampai 25 Mei 2024.

Saat ini BPBD Sumbar bersama instansi terkait masih mengintensifkan pencarian korban lainnya yang belum ditemukan. BPBD juga melaporkan sejumlah ruas jalan nasional menuju Kabupaten Agam dan Tanah Datar tidak bisa dilalui imbas banjir lahar dingin ini.

Selain korban jiwa, BPBD Provinsi Sumbar juga masih mendata rumah-rumah warga yang terdampak akibat banjir lahar dingin baik di Kabupaten Agam maupun Tanah Datar.

Basarnas bersama instansi lainnya masih mencari empat warga di Kabupaten Agam yang hingga kini belum ditemukan. Basarnas memastikan akan terus memperbaharui data serta perkembangan banjir lahar dingin.

(kum/wis)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat