yoldash.net

Mengintip Kekuatan Nuklir China yang Dinilai Bisa Salip AS

Sebuah laporan menyebutkan, China menjadi salah satu negara terdepan dalam kekuatan nuklir. China bahkan dinilai jauh lebih maju dibandingkan negara Barat.
Ilustrasi. Sebuah laporan menyebutkan, pengembang nuklir di China jauh lebih maju dibandingkan negara-negara Barat. (iStockphoto/MichaelUtech)

Jakarta, Indonesia --

Information Technology & Innovation Foundation (ITIF) dalam laporannya menyebut China menjadi salah satu negara yang terdepan dalam kekuatan energi nuklir. Perusahaan atau pengembang nuklir di China bahkan dinilai jauh lebih maju dibandingkan negara-negara Barat.

Kekuatan China itu dipercaya diperoleh dari strategi dan koordinasi pemerintah yang solid dalam menyediakan pembiayaan ekstensif dan koordinasi sistemik.

Ada beberapa hal yang menjadi kekuatan baru China dibanding negara lain yang disorot dalam laporan per Juni 2024 itu, di antaranya sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- China berencana membangun 150 reaktor nuklir baru antara tahun 2020 dan 2035, dengan 27 diantaranya sedang dibangun dan rata-rata jangka waktu konstruksi untuk setiap reaktor adalah sekitar tujuh tahun, jauh lebih cepat dibandingkan kebanyakan negara lain.

- China telah memulai pengoperasian reaktor nuklir generasi keempat pertama di dunia. China juga menyatakan bahwa mereka telah mengembangkan sekitar 90 persen teknologinya.

- China memimpin dalam pengembangan dan peluncuran reaktor modular kecil (SMR) yang hemat biaya.

- Secara keseluruhan, para analis menilai, China kemungkinan berada 10 hingga 15 tahun lebih maju dibandingkan Amerika Serikat dalam kemampuannya mengerahkan reaktor nuklir generasi keempat dalam skala besar.

- Para analis menilai bahwa Amerika dan China kemungkinan besar setara dalam hal upaya mengembangkan teknologi fusi nuklir.

- Berdasarkan publikasi ilmiah mengenai energi nuklir, China menempati peringkat pertama dalam indeks H. Sebuah metrik yang umum digunakan untuk mengukur dampak ilmiah dari publikasi jurnal.

- Dari tahun 2008 hingga 2023, pangsa China atas seluruh paten nuklir meningkat dari 1,3 persen menjadi 13,4 persen. China pun memimpin dalam jumlah permohonan paten fusi nuklir.

ilustrasi reaktor nuklirIlustrasi. China menjadi salah satu negara terdepan dalam kekuatan nuklir. (iStockphoto/svedoliver)

Tak jauh berbeda, laporan tahunan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) juga menyatakan, China mengembangkan kekuatan nuklirnya lebih cepat dibandingkan negara lain.

Menurut laporan itu, China menambahkan 90 hulu ledak lagi ke dalam persediaan nuklirnya, sehingga totalnya mencapai 500 hulu ledak pada Januari tahun ini.

Jumlah total ICBM yang saat ini dimiliki China disebut telah berjumlah sekitar 238. Jumlah ini dapat melampaui kepemilikan AS yang berjumlah 800 atau bahkan Rusia yang berjumlah 1.244 dalam 10 tahun ke depan.

Laporan itu mengatakan, China sedang membangun sekitar 350 silo baru untuk rudal balistik berbasis darat.

Jika China mengisi setiap silo baru yang sedang dibangun dengan rudal berhulu ledak tunggal, maka dalam dekade berikutnya, China akan meningkatkan jumlah hulu ledak yang dapat digunakan pada ICBM-nya menjadi sekitar 650.

(khr/asr)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat