yoldash.net

Iran Ingatkan Perang Meluas jika Gencatan Senjata Tak Diperpanjang

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mewanti-wanti konflik di Gaza bakal meluas jika gencatan senjata Israel dan Hamas tak diperpanjang.
Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian ingatkan perang meluas jika gencatan senjata tak diperpanjang. (AFP/Atta Kenare)

Jakarta, Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mewanti-wanti konflik di Gaza bakal meluas jika gencatan senjata Israel dan Hamas tak diperpanjang.

"Jika gencatan senjata ini dimulai besok, jika tidak berlanjut, kondisi di kawasan tidak akan tetap sama seperti sebelum gencatan senjata dan ruang lingkup perang akan meluas," kata Amir-Abdollahian kepada saluran televisi Al Mayadeen pada Rabu (22/11), menurut kantor berita Iran Fars.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak berusaha memperluas skala perang. [Tapi] jika intensitas perang meningkat, setiap kemungkinan bisa dibayangkan untuk perluasan ruang lingkup perang," lanjut dia, seperti dikutip Arab News.

Israel dan Hamas pada Rabu (22/11) menyetujui perjanjian gencatan senjata sementara yang akan berlangsung selama empat hari. Gencatan senjata ini sebagai imbalan atas pembebasan sejumlah sandera oleh Hamas.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan kesepakatan, setidaknya 50 sandera dari Israel harus dibebaskan oleh Hamas. Sementara itu, sekitar 150 tahanan dari Palestina juga mesti dibebaskan dari penjara-penjara Israel.

[Gambas:Video CNN]

Selama gencatan senjata, Israel berkomitmen untuk tidak menyerang atau menangkap siapa pun di seluruh wilayah Jalur Gaza.

Kedua belah pihak juga menjamin akses masuk truk-truk bantuan kemanusiaan termasuk pasokan alat medis dan bahan bakar ke Gaza.

Menurut Kementerian Luar Negeri Qatar, waktu dimulainya gencatan senjata bakal diumumkan dalam 24 jam sejak Rabu. Qatar adalah mediator dalam perjanjian Israel-Hamas.

Namun, Israel menyebut ada penundaan dalam implementasi kesepakatan.

Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi dalam sebuah pernyataan menyebut pembebasan para sandera di Gaza paling cepat dilakukan pada Jumat (24/11).

"Permulaan pelepasan [sandera] akan dilakukan sesuai kesepakatan awal antara para pihak, dan tidak sebelum hari Jumat," kata Hanegbi, dikutip Reuters.

Ia tidak merinci apa alasan pembebasan sandera baru akan dimulai paling cepat pada Jumat.

(blq/bac)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat