yoldash.net

Menguak Webtoon, Bisnis yang Kini IPO dan Bernilai Miliaran Dolar

Webtoon Entertainment, platform hosting komik digital paling populer, telah mengajukan IPO di bursa Nasdaq AS.
Webtoon True Beauty adalah salah satu cerita yang berhasil diadaptasi menjadi serial. (dok. Naver Webtoon Corp/Yaongyi)

Jakarta, Indonesia --

Ketika Bae Jin-soo berhenti dari pekerjaannya yang bergaji tinggi di salah satu perusahaan terbesar Korea Selatan untuk menulis cerita, orang tuanya sangat kesal sehingga mengusirnya dari rumah.

Namun tujuh belas tahun kemudian, Bae menjadi salah satu nama terbesar di industri webtoon Korsel yang bernilai miliaran dolar. Padahal ia belajar sendiri menggambar dan menulis banyak cerita populer, yang kini telah diubah menjadi reality show YouTube, dan diadaptasi menjadi serial Netflix.

Bisnis webtoon, platform membaca komik online yang ramah format untuk telepon genggam, telah bertumbuh pesat di seluruh dunia sejak format ini muncul 20 tahun lalu di Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Webtoon Entertainment, platform hosting komik digital paling populer, telah mengajukan penawaran saham umum perdana (IPO) di bursa Nasdaq AS.

Dimiliki oleh raksasa teknologi Korea Selatan Naver, nilai Webtoon diperkirakan mencapai $2,6 miliar setelah IPO, menurut analisis SEC, seperti dikutip dari AFP

Namun ketika Bae memulai kariernya, orang tuanya tidak menganggap menjadi "seniman komik" sebagai cara yang layak untuk mencari nafkah. Bahkan teman-temannya pun khawatir dengan pilihan kariernya karena dia tidak bisa menggambar.

Namun dia belajar otodidak, dengan mengambil foto dirinya dan sekelilingnya lalu menyalinnya dengan pena, sambil bekerja paruh waktu di sebuah toko swalayan dan mengantarkan pizza.

Komentar pembaca yang kritis terhadap teknik menggambarnya di awal-awal yang belum sempurna, tapi tak lupa memuji alur cerita, juga mendorongnya untuk bekerja lebih keras.

Akhirnya, dia mengunggah debut horor hitnya pada tahun 2012 "Friday" di Naver Webtoon.

Literatur ponsel

Didukung oleh masyarakat Korea Selatan yang internetnya sangat cepat dan gila ponsel pintar, webtoon dengan cepat menjadi ekspor budaya viral terbaru di negara tersebut.

Nilai sektor ini di Korea Selatan meningkat dari $109 juta pada tahun 2013 menjadi $1,33 miliar pada tahun 2022, menurut data pemerintah.

Webtoon Naver yang merupakan pemimpin pasar, memiliki sekitar 170 juta pengguna aktif bulanan dari lebih dari 150 negara.

Naver menyatakan telah membayar pembuat konten lebih dari $2,8 miliar dari tahun 2017 hingga 2023.

"Rata-rata pembuat konten profesional menghasilkan $48 ribu per tahun, dan 100 pembuat konten teratas menghasilkan $1 juta", menurut CEO Junkoo Kim.

Genre ini telah menginspirasi K-drama dan menghasilkan film adaptasi yang sukses, termasuk "Misaeng" (2014), "Yumi's Cells" (2021), "Marry My Husband" (2024), dan "The 8 Show" (2024).

Membuat serial drama berdasarkan webtoon populer berarti mendasarkannya pada "karya yang telah divalidasi baik dari segi konten dan orisinalitas", kata Park Soon-tae, seorang produser yang mengerjakan roman TV yang terinspirasi webtoon "True Beauty".

"Aktor dan aktris sudah akrab dengan webtoon ini dan bersemangat untuk memainkan peran tersebut, yang memberikan keuntungan dalam hal casting," Park, yang bekerja untuk label produksi di bawah CJ ENM Studios Korea Selatan, mengatakan kepada AFP.

Namun meski adaptasi webtoon mendunia, banyak pembaca juga tetap setia pada format aslinya.

Membaca online memungkinkan "cerita berkembang dan berkembang secara real time saat pengguna menggulir", tulis Kim dari Webtoon dalam pengajuan SEC perusahaan.

"Penggunaan ruang putih (dalam gambar) menyoroti keterasingan dan kesepian karakter. Panel yang penuh sesak menciptakan kekacauan. Panel kosong yang panjang menciptakan ketegangan."

Pertunjukan 8

Dari sekitar 14 drama asli Korea Selatan yang diluncurkan Netflix tahun lalu, setidaknya tujuh di antaranya berdasarkan webtoon.

"Salah satu tujuan kami adalah menemukan cerita-cerita yang lebih kecil (pasarnya), yang mungkin belum ditemukan, yang dapat diterima oleh penggemar asli (webtoon) dan menemukan pemirsa baru di seluruh dunia," kata Keo Lee, direktur konten di Netflix Korea.

"Jadi kami menjelajah ke genre yang tidak konvensional."

Meskipun webtoon mencakup beragam tema, pembuatnya secara khusus membahas penderitaan generasi muda, demikian ujar Dal Yong Jin, penulis "Memahami Budaya Webtoon Korea".

"Money Game" karya Bae, adalah salah satu dari dua webtoon yang ia tulis yang menginspirasi "The 8 Show" Netflix. Kisahnya mengikuti seorang pemuda yang terlilit utang setelah investasi kripto yang gagal.

Dalam ceritanya, pemuda itu dan tujuh orang lainnya berpartisipasi dalam permainan yang mengharuskan mereka bertahan hidup 100 hari di ruang tertutup, bahkan tanpa toilet, untuk memenangkan hadiah besar.

Uang yang mereka keluarkan di ruangan itu akan dipotong dari hadiahnya, dan biaya hidup 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan di dunia nyata. 

Webtoon yang penuh kekerasan dan mengerikan ini telah menjadi dua reality show YouTube, satu di Korea Selatan dan satu lagi di Amerika Serikat.

Bae mengatakan, meski karyanya gelap, pembaca akan mudah berempati dengan karakternya.

"Hal tersulit adalah menyerahkan apa yang Anda punya," katanya kepada AFP, mengacu pada sifat manusia.

"Tetapi memulai dari titik terbawah, bahkan pencapaian terkecil sekalipun, selalu memberi saya kegembiraan."

(AFP/vws)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat