yoldash.net

Muhammad Arif Rahman Terpesona Jejak Sejarah Islam di Spanyol

Muhammad Arif Rahman, seorang travel blogger yang dikenal dengan nama backpackstory, mengaku terpesona dengan keindahan dan jejak sejarah Islam di Spanyol.
Travel blogger Muhammad Arif Rahman mengaku terpesona dengan jejak sejarah Islam di Spanyol. (Instagram/@arievrahman)

Jakarta, Indonesia --

Muhammad Arif Rahman, seorang travel blogger yang dikenal dengan nama backpackstory, mengaku terpesona dengan keindahan Spanyol. Di sana, ia bisa menapaki jejak-jejak sejarah Islam.

Bermula dari kejenuhan rutinitas kerja kantoran, Arif memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan membuat paspor dan mengikuti teman-temannya yang sering bepergian ke luar negeri.

Dari pengalaman itulah, Arif, telah berhasil mengunjungi 25 provinsi di Indonesia dan kurang lebih 45 negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu destinasi favorit Arif adalah Spanyol. Negara yang terkenal dengan bangunan-bangunan bersejarah yang terawat baik juga telah menginspirasi Arif untuk belajar bahasa Spanyol.

"Kalo di Eropa itu, saya suka dengan Spanyol, bangunan-bangunannya masih terawat dengan baik, makanannya juga cocok," katanya pada Indonesia.com.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, Spanyol adalah negara yang ia kunjungi berulang kali saat berada di Eropa. Khususnya, ia terpesona dengan Spanyol selatan, di mana jejak-jejak peninggalan sejarah Islam masih terlihat jelas.

"Karena dia dibawa dari Timur Tengah, dia masuk jalur selatan tuh masuk ke Spanyolnya. Jadi di sana itu lebih ke lihat, oh ternyata, zaman dulu tuh begini peninggalan sejarah islamnya," jelasnya.

Dalam perjalanannya, Arif telah berkunjung ke Mosque-Cathedral of Cordoba dan Alhambra Palace, dua situs yang menjadi saksi bisu kebesaran peradaban Islam di masa lalu.

Meskipun wilayah tersebut kemudian dikuasai oleh peradaban Kristen, Arif merasa bahwa pengalaman ini memberinya wawasan yang lebih dalam tentang sejarah yang sebenarnya.

Arif juga berbagi pengalamannya saat berkunjung ke Barcelona, di mana ia belajar tentang seni-seni Yahudi dan menyaksikan demonstrasi yang menuntut kemerdekaan. Baginya, tempat wisata tidak selalu sesuai dengan apa yang ditampilkan di televisi.

"Mungkin ya tempat wisata ga selamanya yang kita lihat atau kita di televisi, kalau kita yang aslinya mungkin beda, ada konfliknya gitu. Ada hal yang mungkin ga bisa diceritakan di televisi maupun sosial media, tapi ketika kita melihat langsung ternyata begini," tambahnya.

Selain Spanyol, Arif juga menyukai perjalanannya ke Flores, Indonesia. Ia menggambarkan Flores sebagai tempat yang lengkap, dengan keindahan alam yang memukau.

Arif melakukan road trip selama sepuluh hari dari Ende hingga Labuan Bajo, melewati Kelimutu, Bejawa, dan menikmati kopi di sana.

Ia juga menyebutkan sungai, tempat di mana pengunjung dapat merasakan sensasi berenang di antara dua suhu yang berbeda.

"Ada sungai, dia itu muara dari mata air panas dan mata air dingin, jadi kita berenang dari air panas dan air dingin," ucapnya.

Dia juga mengunjungi Riung, yang dulunya adalah destinasi wisata sebelum Wae Rebo dikenal, kini telah dilupakan karena banyak orang yang lebih memilih Labuan Bajo.

"Ketika ke Flores, pastikan bisa roadtrip sih. Destinasi dan vibes lengkap menurut , termasuk keindahan alamnya," saran Arif.

Flores juga menawarkan pantai dengan batu-batuan berwarna hijau yang unik, mirip dengan telur asin, atau pasir putih yang eksotis.

Keindahan alam tersebut ditambah dengan bukit-bukit yang mengingatkan pada Teletubbies dan keramahan penduduk lokal, membuat Flores menjadi destinasi yang tak terlupakan bagi Arif.

Dengan cerita yang penuh warna dan pengalaman yang beragam, Arif Rahman membuktikan bahwa backpacker-an tidak hanya tentang menjelajahi tempat-tempat baru, tetapi juga tentang menyelami budaya, sejarah, dan cerita di balik setiap destinasi.

(anm/pua)


[Gambas:Video CNN]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat