yoldash.net

Erick Thohir Bantah PMN Perumnas Rp1 T untuk Program Prabowo

Menteri BUMN Erick Thohir membantah usulan PMN sebesar Rp1 triliun untuk Perumnas pada 2025 untuk memenuhi program Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Menteri BUMN Erick Thohir membantah PMN sebesar Rp1 triliun untuk Perumnas pada 2025 untuk memenuhi program Presiden terpilih Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).

Jakarta, Indonesia --

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membantah usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) Perumnas sebesar Rp1 triliun guna memenuhi program Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Prabowo-Gibran memang berjanji akan membangun 3 juta rumah setiap tahun setelah menjabat nanti. Rinciannya, 1 juta rumah di perkotaan dan 2 juta rumah di pedesaan.

"Oh nggak (untuk program Prabowo-Gibran). Itu kan yang menjadi catatan oleh komisi VI mengenai Perumnas itu, mereka ingin mengenal lebih dalam bisnis model atau perbaikan dari transformasi Perumnas karena dengan backlog 3 juta sekarang ini, mereka ingin supaya strategi Perumnas bisa lebih baik lagi," kata Erick ditemui di DPR, Rabu (10/7) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, PMN Rp1 triliun untuk Perumnas tahun depan untuk membangun hunian bertingkat seperti Transit Oriented Development (TOD) yang sudah dibangun di beberapa kawasan di dekat transportasi umum di Jakarta dan Depok.

"Ada beberapa concern Perumnas sebenarnya ketika sudah mulai membangun beberapa apartemen di stasiun kereta api yang justru nilai dari peningkat asetnya positif dan penerimaan dari masyarakat juga sangat baik karena lokasinya baik dan tentu untuk transportasi juga lebih mudah," jelasnya.

"Hal-hal ini memang terobosan yang terus harus kita galakkan konsep-konsep dari TOD seperti ini ke depan dibandingkan membangun perumahan berdiri sendiri tanpa ada infrastruktur yang mendukung," imbuh Erick.

Selain itu, PMN tersebut dinilai akan digunakan Perumnas untuk memastikan pembangunan rumah ke depannya betul-betul tepat sasaran serta dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai.

"Ada jalannya, ada listriknya, ada airnya sehingga jangan hanya membangun rumah. Tetapi itu menjadi catatan buat saya memang perlu dukungan ketika penugasan pembangunan rumah di daerah-daerah ini juga mesti ada komitmen dari pemerintah daerah atau kementerian lain sehingga fasilitas pendukungnya bisa terpenuhi, tidak hanya membangun rumah di tempat yang tidak ada aksesibilitas-nya," pungkas Erick.

[Gambas:Video CNN]



(ldy/sfr)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat