yoldash.net

Sederet Sanksi Jika Tak Padankan NIK dengan NPWP Sampai 30 Juni

NIK wajib dipadankan dengan NPWP paling lambat 30 Juni 2024. Jika tak dilakukan masyarakat akan kesulitan dalam mengakses layanan perpajakan.
NIK wajib dipadankan dengan NPWP paling lambat 30 Juni 2024. Jika tak dilakukan masyarakat akan kesulitan dalam mengakses layanan perpajakan. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki).

Jakarta, Indonesia --

Nomor Induk Kependudukan (NIK) wajib dipadankan dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) paling lambat 30 Juni 2024.

Penggantian itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112 Tahun 2022 tentang NPWP bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib Pajak Instansi Pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, semua NIK bisa digunakan sebagai NPWP mulai 1 Juli mendatang.

Pemadanan NIK menjadi NPWP hanya berlaku bagi masyarakat yang sudah memiliki NPWP. Sementara, bagi wajib pajak yang baru ingin mendaftar, akan langsung terdaftar di NIK.

Wajib pajak yang tidak melakukan pemadanan NIK dan NPWP sesuai tenggat waktu akan mendapatkan sanksi berupa kesulitan dalam mengakses layanan perpajakan.

Berikut enam layanan yang tak bisa dilakukan jika NIK dengan NPWP tidak dipadankan:

1. layanan pencairan dana pemerintah;
2. layanan ekspor dan impor;
3. layanan perbankan dan sektor keuangan lainnya;
4. layanan pendirian badan usaha dan perizinan berusaha;
5. layanan administrasi pemerintahan selain yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak; dan
f. layanan lain yang mensyaratkan penggunaan Nomor Pokok Wajib Pajak.

[Gambas:Video CNN]



(fby/sfr)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat