yoldash.net

Abdulsamad Rabiu, Konglomerat Muslim Asal Nigeria Berharta Rp124 T

Abdulsamad Rabiu merupakan taipan asal Nigeria berharta Rp124,4 triliun. Ia berada di posisi ke-249 orang terkaya di dunia versi Forbes 2022.
Abdulsamad Rabiu merupakan taipan asal Nigeria berharta Rp124,4 triliun. Ia berada di posisi ke-249 orang terkaya di dunia versi Forbes 2022. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)

Jakarta, Indonesia --

Tak banyak taipan muslim yang masuk jajaran orang terkaya di dunia, apalagi asal Nigeria. Sosok Abdulsamad Rabiu adalah satu dari tiga taipan asal Nigeria yang berada di posisi ke-249 orang terkaya di dunia versi Forbes 2023. 

Saat ini, pria berusia 662 tahun tersebut masih aktif sebagai CEO BUA Group. Menurut Forbes, Rabiu adalah pengusaha terkaya ke-2 di Nigeria, serta ke-5 di Afrika pada 2022. Harta kekayaannya mencapai US$8,3 miliar atau setara Rp124,4 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS).

Rabiu memang berasal dari keluarga kaya. Ayahnya, Khalifah Isyaku, merupakan pengusaha pionir di negara bagian utara Nigeria sekitar awal tahun 70-an, di awal-awal masa industri Nigeria. Aktivitas bisnis ayahnya banyak bergerak di sektor jual-beli komoditas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia lahir pada 4 Agustus 1960 di Negara Bagian Kano, Nigeria. Rabiu mengenyam pendidikan dasar hingga menengah di Nigeria. Lalu melanjutkan studi di Capital University, Ohio, Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam itu, ia mempelajari ekonomi.

Pada 1984, Rabiu lulus dan pulang kampung ke negaranya. Kala itu, ia mempercepat kepulangannya lantaran sang ayah ditahan oleh pemerintah Nigeria. Ayahnya dituduh tidak membayar bea masuk beras. Akibatnya, ia harus mengambil kendali bisnis demi meneruskan usaha ayahnya.

Ditopang latar belakang pendidikan dan pengetahuan bisnis dari sang ayah, ia mampu menjalankan bisnis dengan baik selama ayahnya dipenjara. Malahan, bisnis tersebut semakin untung hingga berekspansi ke luar wilayah.

Rabiu memperoleh banyak pengetahuan bisnis dari ayahnya.Tak heran, jalannya lapang dalam merintis bisnis sejak usia sangat muda.

Dalam waktu empat tahun sejak kepulangannya dari AS, Rabiu membangun bisnisnya sendiri di bawah bendera BUA International Limited. Perusahaan itu bergerak di bidang impor beras, minyak nabati, besi dan baja.

Dua tahun setelahnya, BUA meneken kontrak besar dengan perusahaan Baja Delta Steel Company, yang dimiliki oleh pemerintah Nigeria. Dalam kerja sama itu, BUA menjadi pemasok bahan baku produksi untuk Delta. Sebagai gantinya, BUA dibayar dengan produk jadi dari perusahaan pelat merah tersebut.

Rabiu memang bekerja keras merintis BUA dari nol, hingga perusahaan tersebut kini menjadi grup konglomerasi besar Nigeria, yang dikenal dengan nama BUA Group.

Saat ini, bisnis BUA Group terdiversifikasi ke dalam banyak anak perusahaan di berbagai sektor industri. Bisnisnya antara lain produksi semen, gula, minyak, real estate, developer pelabuhan dan terminal.

BUA Group juga menangani impor billet, baja, bijih besi, dan memasok bahan ke rolling mills di Nigeria.

Gemar mengakuisisi perusahaan lain

Setelah sukses, Rabiu mengakuisisi perusahaan produsen minyak nabati, Nigerian Oil Mills Limited. Ini merupakan perusahaan pengolah minyak nabati terbesar di sana.

Pada 2005, BUA membangun dua pabrik penggilingan tepung, yakni di Lagos dan Kano.

Tiga tahun kemudian, kinerja BUA berdampak positif pada industri gula Nigeria. Ia membangun pabrik gula besar, yang mengacaukan praktik monopoli di sana, yang kala itu hanya punya satu produsen gula.

Pada 2009, ia kembali mengakuisisi perusahaan semen di Nigeria Utara. Pasca pembelian itu, Rabiu mendirikan pabrik semen dengan nilai investasi US$900 juta, yang pembangunannya menghabiskan waktu 6 tahun.

Pada Januari 2020 lalu, Rabiu membeli perusahaan semen Cement Co of Northern Nigeria dan menggabungkannya dengan perusahaan semen miliknya, Obu Cement Company.

Tak cuma tajir, tapi juga dermawan.

Abdulsamad Rabiu sebagai seorang dermawan. Ia banyak terlibat di program-program filantropi. BUA Group telah membangun bangsal anak seluas 7.000 meter persegi di Aminu Kano Teaching Hospital.

Selain itu, Rabiu juga mendanai pembangunan Pusat Studi Islam di Universitas Bayero Kano.

BUA Group mensponsori pemeriksaan kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan gratis untuk siswa SD di Lagos, bekerja sama dengan Rotary Club of Gbagada South. 

Rabiu juga memberikan obat-obatan dan peralatan kesehatan kepada Pusat Kanker di FCT, Abuja, melalui yayasan BUA.

[Gambas:Video CNN]

(pta/dzu)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat