yoldash.net

Suhail Bahwan, Taipan Muslim Berharta Rp40 T dari Oman

Suhail Bahwan dikenal sebagai salah satu pengusaha muslim terkemuka di Oman. Ia sukses berkat bisnis perdagangan dan transportasi.
Suhail Bahwan dikenal sebagai salah satu pengusaha terkemuka di Oman. Ia sukses berkat bisnis perdagangan dan transportasi. (Basith Subastian/CNNIndonesia).

Jakarta, Indonesia --

Suhail Bahwan adalah seorang taipan sukses asal Oman yang dikenal sebagai salah satu pengusaha muslim terkemuka di negaranya. Founder and Chairman of Suhail Bahwan Group itu masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia, versi Forbes.

Mengutip berbagai sumber, ia lahir di Sur, sebuah pelabuhan kecil di sepanjang garis pantai yang gersang seratus mil di sebelah tenggara Muscat, Oman, pada 1939.

Lokasi tersebut dekat dengan tempat di mana Selat Hormuz melebar ke Samudra Hindia hingga membuatnya selama berabad-abad menjadi titik persinggahan nyaman bagi kapal-kapal yang berlayar antara India, Irak, Zanzibar, dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia adalah putra dari seorang pedagang bernama Ali Bahwan. Sejak kecil, Suhail sudah belajar mengelola bisnis keluarganya yang bergerak di bidang perdagangan dan transportasi.

ADVERTISEMENT

Dia dan Saud, saudaranya, menemani ayah mereka dalam perjalanan berlayar untuk menjual kurma kering dan ikan sebagai barter untuk beras, gula, dan barang lainnya.

Bahwan belajar di sekolah dasar di India, tetapi keluar setelah kelas enam. Ayahnya menyerahkan padanya sebuah perahu layar. Dalam perjalanan, ia berunding dengan pedagang dari berbagai belahan dunia, mempelajari pelajaran awal dalam mencari kesepakatan yang baik.

Pada saat itu, Sur sedang meredup sebagai pusat transportasi. Dunia sedang berubah. Terusan Suez, yang dibuka pada 1869, mengubah jalur perdagangan tradisional dan kapal-kapal modern yang lebih cepat membuat para pedagang perahu layar menjadi tidak relevan.

Dia mengambil pinjaman dari pedagang India, yang digunakannya untuk membeli emas untuk kemudian dijualnya di Oman. Meskipun begitu, setelah membayar kembali pemberi pinjaman, margin keuntungan tipis.

Pada 1960-an, ia sering melakukan perjalanan laut dari Sur ke Muscat, di mana ada lebih banyak peluang untuk menjual barang dagangannya.

Pada 1965, Bahwan dan saudaranya, Saud, memutuskan untuk pindah ke ibukota secara permanen. Mereka membuka toko di Muttrah Souq yang labirin, menjual jaring-jaring ikan dan kemudian bahan bangunan dan perkakas.

Tidak puas dengan jaring ikan, Bahwan bersedia untuk memperoleh lisensi asing. Saat itulah mereka berhasil memperoleh lisensi utama pertama mereka dari produsen jam asal Jepang Seiko pada 1968, diikuti oleh produsen elektronik Toshiba.

Pada 1970, Sultan Qaboos menggulingkan ayahnya dalam kudeta. Setelah berkuasa, penguasa baru membuka Oman ke dunia luar, memulai program modernisasi dan liberalisasi ekonomi, yang menciptakan permintaan untuk barang konsumen dan proyek industri.

Kala itu, Toyota sedang mencari mitra di Teluk. Hal itu menjadi kesempatan bagus bagi Bahwan dan saudaranya. Namun, mereka harus bersaing dengan keluarga pedagang lama Al Futtaim yang menawar untuk kontrak itu tidak hanya di negaranya, Uni Emirat Arab, tetapi juga di Oman.

Guna memenangkan tawaran tersebut, Bahwan harus menunjukkan mereka memiliki uang untuk berinvestasi di sebuah diler Toyota. Pada 1974, mereka bermitra dengan pengusaha Oman, Omar Zawawi, untuk menciptakan Amiantit Oman, sebuah perusahaan manufaktur pipa. Dalam waktu setahun, mereka dapat menghasilkan cukup pendapatan untuk mengumpulkan modal yang diperlukan.

Menangkan lisensi Toyota berkat intervensi kerajaan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat